Fakta dan Opini
Banyak dari kita sudah pernah mendengar kata fakta dan opini. Tetapi
tidak banyak yang memahami secara jelas pengertian dan makna dari fakta maupun
opini. Kedua kata tersebut memiliki hubungan dan keterkaitan, sehingga pada
akhirnya banyak orang salah memahami atau bahkan terbalik dalam mengartikannya.
Sering kita dengar kata tersebut jika sedang mengulas sebuah berita, kejadian, peristiwa,
atau hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan. Berita yang dibicarakan tersebut
apakah fakta atau hanya opini dari orang-orang yang membicarakannya. Langsung saja
kita bahas lebih dalam mengenai fakta dan opini.
Pengertian fakta menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah
hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan. Bisa dikatakan sesuatu yang
benar-benar ada atau terjadi. Fakta adalah
hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Fakta adalah informasi yang
berkaitan dengan aspek kehidupan yang bersifat nyata. Penyajian fakta secara
objektif pada teks berita berarti mengungkapkan sesuatu secara apa adanya atau
tidak ada penambahan dan perubahan yang dilakukan untuk keperluan pribadi.
Fakta dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:
a. Fakta
tentang Benda
b. Fakta
tentang Peristiwa
c. Fakta
tentang Keadaan
d. Fakta
tentang Jumlah
e. Fakta
tentang Waktu
f. Fakta
tentang Faktor Penyebab
Menurut Suyono (2007: 158) berpendapat bahwa ciri-ciri fakta dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari
segi isi fakta sesuai dengan kenyataan
2. Dari
segi kebenaran fakta benar karena sesuai kenyataan
3. Dari
segi pengungkapan fakta cenderung deskriptif dan apa adanya
4. Dari
segi penalaran fakta cenderung induktif
Karena sudah membahas mengenai fakta, langsung lanjut pembahasan
mengenai opini. Pengertian opini menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
adalah pendapat, pikiran, atau pendirian. Opini bisa dikatakan penjelasan
mengenai pendapat atau apa yang ada dipikiran seseorang. Sehingga sudah bisa
dipastikan opini setiap orang akan berbeda-beda. Opini artinya pendapat atau
pandangan tentang sesuatu. Karena itu, opini bersifat subjektif karena
pandangan atau penilaian seseorang dengan yang lainnya selalu berbeda.
Kuncoro, 2009: 67 mengemukakan pendapatnya bahwa opini yaitu sebuah tulisan yang menekankan pada pendapat seorang penulis atau suatu data dan kejadian berdasarkan analisis subjektif penulis sendiri.
Macam-macam opini dapat dibagi dalam beberapa bagian, yaitu
pemikiran, harapan, tanggapan, ide, gagasan, usul, saran, kritik, keinginan,
penolakan, persetujuan, pemecahan suatu masalah yang disampaikan dan lain
sebagainya. Opini biasanya disertai oleh argumen atau alasan-alasan tertentu
yang mendukung pemikirannya. Opini juga biasanya dipadukan dengan kata-kata
seperti seharusnya, seandainya, sebaiknya, mungkin, menurut saya/pendapat saya,
jika, sebab, penyebab, dan lain-lain.
Ciri-ciri opini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari
segi isi opini sesuai atau tidak sesuai dengan kenyataan bergantung pada
kepentingan tertentu
2. Dari
segi kebenaran opini dapat benar atau salah bergantung data pendukung atau
konteksnya
3. Dari
segi pengungkapan opini cenderung argumentatif dan persuasif
4. Dari
segi penalaran opini cenderung deduktif
Perbedaan fakta dan opini disini sudah mulai terlihat dari hasil
penjelasan mengenai fakta dan opini itu sendiri. (Hassanuddin, 2003) dalam
Ensiklopedi Sastra Indonesia juga berpendapat bahwa fakta adalah peristiwa yang
benar-benar ada yang harus diterima sebagai kenyataan karena semuanya itu
benar-benar dijumpai dalam kehidupan nyata. Sedangkan opini merupakan pendapat
seseorang. Bisa
dikatakan bahwa fakta merupakan realita-realita yang pernah dialami dalam
kehidupan sehari-hari, sedangkan opini adalah pendapat seseorang terhadap
sesuatu yang di latarbelakangi oleh pengetahuan dan wawasan seseorang.
Kesimpulannya adalah fakta merupakan sesuatu yang apa adanya
terjadi. Dalam artian, fakta tersebut ialah potret mengenai keadaan ataupun
peristiwa. Oleh sebab itu, fakta sulit untuk bisa terbantahkan karena dapat
dilihat atau diketahui oleh banyak orang. Fakta pun bisa saja berubah jika
ditemukan fakta baru yang jelas dan juga lebih akurat. Sedangkan opini merupakan
pendapat yang belum benar adanya. Pendapat pribadi tersebut dapat benar bahkan
dapat juga salah. Dikarenakan setiap orang mempunyai pendapat masing-masing dan
berbeda beda. Opini atau pendapat bisa dikatakan benar jika didukung adanya
fakta yang kuat dan juga menyakinkan.
Depdiknas.
2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Kuncoro, M.
(2009). Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom dan Resensi Buku. Jakarta:
Erlangga
Sartika, Rina, Emidar Emidar, and Ermawati Arief.
“Kemampuan Membedakan Kalimat Fakta Dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif
Siswa Kelas X SMK-SMAK Padang.” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia 1, no. 2 (2013): 201–208.
Komentar
Posting Komentar