Media dan Kontrol Sosial
Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata ”medium”. Secara harfiah kata tersebut memiliki arti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media merupakan suatu alat, sarana, atau sejenisnya yang dapat digunakan sebagai pembawa pesan dalam sebuah komunikasi. Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang ingin disampaikan, Bila media adalah sarana, alat, dan sejenisnya, maka secara luas bisa dikatakan media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan komunikan atau penerima memperoleh pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator.
McLuhan dan Quentin Fiore, mengatakan bahwa “media setiap zamannya menjadi esensi masyarakat”. Hal tersebut menjelaskan bahwasanya masyarakat dan media selalu berkaitan dan media menjadi bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat, sadar atau tidak sadar bahwa media memiliki pengaruh yang dapat berdampak positif maupun negatif dalam pola dan tingkah laku masyarakat.
Media disini menjadi penting
seiring dengan hadirnya banyak media di tengah masyarakat.
Kehadiran media tidak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan
masyarakat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Banyaknya media yang ada diantara lain yaitu
media massa yang meliputi media cetak, media elektronik, dan media online
seperti yang sangat berkembang pesat saat ini yaitu media sosial. Keberadaan
media ini sangat penting dikarenakan media merupakan salah satu proses
komunikasi. Bisa dikatakan komunikasi ini sangat dibutuhkan disegala aspek
kehidupan. Berikut adalah posisi media dalam proses komunikasi.
Pentingnya media dibuktikan dengan banyaknya peran media diantara lain:
- Media sebagai window on event and experience yang artinya media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana, atau media merupakan sarana informasi untuk mengetahui berbagai peristiwa.
- Media sering dianggap sebagai a mirror of event in socity and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya.
- Memandang media massa sebagai filter yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak.
- Media massa sering dipandang sebagai guide atau penunjuk jalan yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.
- Media sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan tejadinya tanggapan dan umpan balik.
- Media sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.
Berbicara soal media yang begitu luas, media
juga memiliki kaitan dengan kontrol sosial. Salah satu fungsi
media adalah sebagai alat kontrol sosial. Dalam hal ini media dapat saja melakukan
kritik, bahkan kritik yang dilakukan oleh media tersebut bisa dianggap sebagai
bagian dari kedewasaan atau pembenaran. Dalam hal apaun baik itu berhubungan
dengan politik, ekonomi, pendidikan, dan lainnya menganggap bahwa kritik
melalui media adalah sesuatu yang lumrah. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah
jangan sampai berbagai kritik yang dilakukan oleh media menimbulkan perpecahan
atau membedak bedakan satu sama lain.
Kontrol sosial merupakan suatu konsep yang penting dan memiliki hubungan dengan norma-norma sosial. Norma-norma sosial di dalamnya mengandung harapan serta sebagai standar perilaku, maka diharapkan agar dapat berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai pengawasan sosial, yaitu suatu sistem yang mendidik, mengajak, dan bahkan memaksa agar berperilaku sesuai dengan norma-norma sosial. Pengendalian sosial dilakukan untuk menjamin bahwa nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku ditaati dan bertujuan untuk menertibkan atau menciptakan ketertiban di dalam kehidupan. Adapun dua jenis kontrol sosial yaitu:
1. Kontrol Sosial Preventif
Kontrol sosial preventif adalah pengendalian yang bertujuan untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap norma-norma sosial. Bisa dikatakan suatu usaha yang dilakukan sebelum terjadinya suatu pelanggaran. Dalam pengendalian preventif seseorang diarahkan, dibujuk, atau diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran yang telah disebutkan.
2. Kontrol Sosial Regresif
Kontrol sosial represif adalah pengendalian sosial yang dilakukan
setelah terjadinya suatu pelanggaran. Bisa dikatakan usaha-usaha yang dilakukan
setelah pelanggaran terjadi. Pengendalian represif bertujuan untuk
mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu
pelanggaran dengan cara menjatuhkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang
dilakukan.
Sudah terlihat jelas bahwa media dan kontrol sosial ini memiliki hubungan yang cukup erat dikarenakan suatu media yang selalu berkembang secara pesat juga memiliki kontrol sosial dimana seseorang yang menggunakan media juga harus memenuhi aturan atau norma-norma yang sudah ditetapkan. Media ini begitu luas dan jika disalahgunakan pun snagat berbahaya. Oleh karena itu, adanya kontrol sosial ini bisa membuat seseorang yang ingin menggunakan media bisa menggunakannya dengan sebaik dan sebijak mungkin.


Komentar
Posting Komentar